Entri Populer

Senin, 23 Mei 2011

Penemu Label Rekaman Motown Mengeluarkan 100 Juta Dollar AS untuk Musikal Mengenai Dirinya

Berry Gordy Jr., penemu Motown Records, dikabarkan New York Post berencana untuk menanamkan modal sebesar 100 juta Dollar AS untuk sebuah musikal yang menceritakan tentang dirinya.

Seorang sumber mengatakan bahwa Gordy ingin memasukkan lagu-lagu dari Smokey Robinson dan sejumlah lagu klasik yang pernah dirilis oleh Motown, yang seluruh hak ciptanya dipegang oleh Gordy sendiri.

“Berry ingin melakukan ini sejak lama. Dia telah menyiapkan uang dan para investornya, dia sedang berusaha untuk melibatkan Diana Ross dan Smokey Robinson. Ini adalah kesempatannya untuk meluruskan segala fakta,” ujar sumber tersebut.

Sumber lain juga mengatakan bahwa proyek inilah yang menyebabkan biopik Marvin Gaye yang banyak dibicarakan tidak terlaksana.“Gordy memiliki hak dari cerita Marvin Gaye dan ia telah memblokir skrip dari biopic tersebut secara diam-diam karena ia tidak mau namanya terseret ke lumpur,” jelas sumber tersebut.

Namun, pernyataan tersebut langsung disangkal mentah-mentah oleh juru bicara Gordy.

Album Keenam Queens of the Stone Age Selesai Dikerjakan Akhir Tahun Ini

Band hard rock asal Amerika Serikat, Queens of the Stone Age, mengumumkan bahwa mereka akan menyelesaikan album keenam mereka akhir tahun ini.

Josh Homme berkata kepada BBC Radio 1 bahwa bandnya akan langsung kembali ke studio guna mengerjakan album baru setelah mereka menyelesaikan tugas mereka sebagai headlinerpanggung The Other Stage pada festival musik Glastonbury.

“Kami akan menikmati istirahat terakhir kami selama satu bulan penuh, kembali dan melakukan Glastonbury, lalu secepatnya kembali ke studio. Album ini akan selesai pada akhir tahun. Kami memiliki cukup lagu,” ujar Homme.

Ketika ditanyakan mengenai arah album baru ini, Homme mengatakan bahwa kemungkinan adanya sebuah sound baru yang radikal sangatlah kecil, karena band ini merasa bahwa mereka tidak memiliki apa pun untuk dibuktikan.

“Kami semua sedang berada dalam tahap di mana kami tidak memiliki apa pun untuk dibuktikan. Kami hanya ingin memainkan musik di hadapan orang-orang yang menyukai kami dan kami ingin memainkannya dengan benar untuk mereka,” tambah Homme.

Queens of the Stone Age akan melakukan sebuah tur Amerika Serikat pada bulan Juli dan Agustus, dan ini akan menjadi pertama kalinya mereka tidak membawakan album pertama mereka secara penuh seperti yang telah mereka lakukan dalam beberapa bulan belakangan ini.

Soal tur album pertama tersebut, Homme mengatakan, “Saya tidak akan berbohong, saya muak melakukan tur tersebut. Kami tidak pernah membawakan setlist yang sama sebelumnya.”

Minggu, 22 Mei 2011

kerajaancintamanagement@yahoo.co.id

PROKLAMASI

           KAMI MAHADEWA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN MAHADEWA INDONESIA.
           HAL HAL YANG MENGENAI PENGISIAN KEMERDEKAAN DILAKSANAKAN DALAM WAKTU YANG SESINGKAT SINGKATNYA.

                                                                                            POENTIANAK, 9 SOEPTEMBER 2009
                                                                                            ATAS NAMA MAHADEWA INDONESIA



                                                                                            KERAJAAN CINTA MANAGEMENT

Eks Vokalis Velvet Revolver Pernah Diperkosa Saat Umur 12 Tahun

Mantan vokalis band Velvet Revolver, Scott Weiland mengaku pernah diperkosa saat berumur 12 tahun. Pengalaman buruk vokalis kelahiran 27 Oktober 1967 itu dituangkan dalam bukunya yang berjudul 'Not Dead and Not For Sale'.

Menurut Spin.com yang mengambil keterangan dari buku tersebut, Scott diperkosa oleh seorang siswa SMU. Dia menyebutkan kalau si pemerkosa adalah lelaki besar berotot yang menaiki bus ke sekolah setiap hari bersamanya.

"Dia mengundangku ke rumahnya. Orang itu memperkosaku. Kejadiannya sangat cepat, tidak menyenangkan sama sekali. Aku terlalu takut untuk menceritakannya pada orang lain. Dia memberikan peringatan, 'cerita ke orang-orang, dan kamu tidak akan mempunyai teman lagi di sini, aku akan menghancurkan reputasimu'," tulis Scott.

"Itu adalah memori yang aku sembunyikan sampai beberapa tahun lalu. Ketika di panti rehabilitasi, memori itu akan kembali. Terapi akan melakukan itu kepadamu," ucapnya seperti dilansir NME, Jumat (20/5/2011).

'Not Dead And Not For Sale' telah dirilis pada 16 Mei lalu. Scott yang kini menjadi vokalis Stone Temple Pilots itu juga mengungkapkan sejarah ketergantungannya pada obat-obatan terlarang, dan berpesta bareng Courtney Love.

Konser Katy Perry di Jakarta Kemungkinan Diundur

- Penyanyi Katy Perry dijadwalkan untuk tampil di pergelaran musik Miss Teen Indonesia 2011 (sebelumnya diberitakan Jakarta International Teen Festival) pada 28 Mei mendatang. Namun seminggu menjelang pertunjukan musik tersebut, promotor belum juga mengumumkan harga tiket resminya. Batalkah?

"Ada kemungkinan diundur. Tapi line up tetap. Kita juga nggak mau jual harga tiketnya kemahalan. Pokoknya nanti kita bikin jumpa pers," ucap Sam dari Rumah Sinema kepada detikhot, Jumat (20/5/2011).

Awalnya Miss Teen Indonesia 2011 diselenggarakan oleh dua promotor, Rumah Sinema dan Berlian Entertainment. Di tengah perjalanan, Berlian memutuskan untuk mundur. Tidak diketahui alasan Berlian tidak lagi terlibat dalam pagelaran tersebut.

Pada awal Mei lalu sempat beredar kabar, harga tiket untuk penampilan Katy Perry di Jakarta mencapai jutaan rupiah. Namun ketika itu Publisis Rumah Sinema, Ade Kusumaningrum membantahnya.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendiskusikan soal harga tiket dan sebagainya. Saat itu pihak promotor berjanji akan menggelar jumpa pers dan segera mengumumkan harga tiket secara resmi. Tetapi hingga kini pihak promotor belum bisa memberikan informasi yang valid.

Selain Katy Perry, Jakarta International Teen Festival Music akan menampilkan Big Bang (Korea), 24herbs (Hong Kong) dan Brown Eyed Girs (Korea). Acara tersebut akan digelar di JIE Expo, Kemayoran, Jakarta pada 28 Mei mendatang.

Yovie & Nuno Dapat Kejutan Dari Fans

Grup band Yovie & Nuno terkejut usai mengisi acara musik 'DahSyat', RCTI, Kebon Jeruk, Sabtu (21/5/2011). Lho Ada Apa? Rupanya puluhan Teman Yovie & Nuno (sebutan untuk penggemar Yovie & Nuno) telah menunggu sedari pagi idolanya untuk memberi kejutan.

Tepat hari ini, Grup band yang melambung namanya lewat hits 'Indah, Kuingat Dirimu' itu menginjak usia 10 tahun. Dengan membawa kue ulang tahun dan menyanyikan salah satu lagu Yovie & Nuno, para penggemar Yovie & Nuno itu berhasil membuat kejutan bagi sang idola.

"Alhamdulillah sekali kita sangat bersyukur karena selama 10 tahun ini, Yovie & Nuno sudah mengeluarkan 4 album. Dan yang paling luar biasa musik kita diterima masyarakat," tutur Yovie.

Tak mudah bagi grup band yang aktif sejak 2001 itu untuk mempertahankan eksistensi di belantika musik Indonesia. Diakui sang vokalis, Dikta, derasnya perkembangan musik di Indonesia saat ini sangat mengejutkan.

"Banyak sekali band-band yang mulai bermunculan saat ini. Tapi kita bersyukur karena masyarakat masih menantikan karya-karya kita," akunya.

Meski begitu, grup band ini telah membuktikan kerja kerasnya selama 10 tahun dengan meraih 10 platinum di Indonesia dan 2 di Malaysia.

Helpless Blues' - Fleet Foxes: Nyanyian Sepi Pinggir Danau

Mendengarkan Fleet Foxes adalah salah satu hal mendekati sempurna yang ada dalam hidup kita. Satu hal yang membuat kita seperti merasa di sebuah tempat damai adalah ketika menyimak lagu-lagu gubahan Robin Pecknold (vokal, gitar) dengan mengandalkan vokalnya yang menenangkan. Bagai dibuai oleh melodi-melodi indah yang membuat kita merasa terdampar di sebuah pagi yang sejuk di tepi danau Tahoe, ditemani oleh Pecknold yang sedang menyanyi sembari mengayuh kano.

Album perdana mereka, yang berjudul sama dengan namanya, menyuguhkan konsep folk pop dalam standar yang berbeda dari para pelaku folk pop sebelumnya, semisal Iron & Wine. Fleet Foxes bagaikan gabungan Simon & Garfunkle dan Bob Dylan dalam kadar lebih manis, dibalut berlapis-lapis vokal mengawang, serta petikan gitar yang lembut. Album ini mendapatkan apresiasi bagus dari berbagai chart dunia, mendapatkan posisi 1 di 10 Best Albums of the Year oleh Billboard (2008), pun menduduki nomor 1 di 50 Best Albums of the Year yang dipilih oleh Pitchfork Media.

Namun kelihatannya dalam album kedua ini Pecknold terlalu terbuai dengan nyanyian syahdunya sehingga beberapa track terdengar sepi, terlalu sepi bahkan. Kemegahan yang terdapat dari lapisan-lapisan vokal seperti pada lagu 'He Doesn't Know Why', atau 'White Winter Hymnal' pada album pertama, tidak muncul dalam 'Helpless Bluess' ini. Sebagai gantinya, mereka mempersembahkan kesunyian yang amat larut dan cenderung biasa dari segi aransemen. Contohnya 'Someone You Admire' dan 'Blue Spotted Tail'.

Hal ini mungkin saja berhubungan dengan beberapa masalah yang dihadapi band ketika proses rekaman. Sejak merilis album perdana pada 2008 dan masa promo telah usai, seharusnya band baroque pop asal Seattle, Amerika Serikat ini dijadwalkan langsung masuk dapur rekaman. Namun Joshua Tillman (drum) ternyata disibukkan oleh kegiatan solo kariernya pada sepanjang 2009 hingga 2010. Masalah finansial pada akhirnya menjadi salah satu problem yang mencuat bagi Fleet Foxes. Belum lagi berbagai masalah yang dihadapi Pecknold dalam kehidupan percintaannya yang hampir berakhir dengan menyedihkan, yang kurang lebih mempengaruhi sebagian besar lirik dalam album ini.

Sebuah pertanyaan lantas tercetus selesai mendengarkan album ini. Apakah Pecknold akan terus mengayuh kano-nya ke sebuah tempat yang lebih indah, atau apakah kano tersebut akan berhenti di tengah danau, tidak bergerak dan lantas tenggelam? Jika Anda cukup terhibur dengan nyanyian-nyanyian kalem dan sepi, mungkin Anda akan sangat menyukai album ini. Namun ketika harapan menginginkan sesuatu yang lebih dari album perdana mereka, maka Anda pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk jujur mengakui keragu-raguan, apakah Anda akan suka album ini atau tidak.