Entri Populer

Minggu, 24 April 2011

SIASAT BARU TERORISME PARA SI PENGECUT


Jakarta - Peristiwa bom bunuh diri di dalam masjid di kompeks Polresta Cirebon menunjukkan bahwa aksi ini adalah modus baru dan gerakan kelompok ini mengalami disorientasi target. Sebenarnya polisi bukan target utama kelompok ini. Polisi hanya dijadikan sasaran karena mereka menghalangi target utama, yaitu musuh kepentingan Amerika dan kaum kristiani, utamanya di wilayah konflik di Ambon dan Poso.

Generasi terakhir yang mengalami amnesia sejarah gerakan kelompok ini hanya tahu bahwa polisi adalah musuh. Padahal awal gerakan kelompok ini di Indonesia adalah melawan umat kristiani (Poso dan Ambon) serta menghancurkan kepentingan Amerika seperti terlihat dalam beberapa rentetan bom-bom di tanah air selama 11 tahun belakangan ini.

Kasus penyerangan posko Brimob di Loki, Ambon pada tahun 2005 oleh kelompok Dahlan alias Asep Djaja adalah di luar tugas Dahlan oleh kelompok ini. Ia dikirim ke Ambon untuk merawat peralatan senjata yang kelompok ini miliki dan tidak melakukan tindakan ofensif. Karena muncul kombatan dari Poso sajalah, kemudian Dahlan ikut dalam penyerangan. Padahal dulu pada waktu konflik, kelompok ini selalu melobi aparat 'face to face' untuk masuk daerah obet (wilayah Kristen). Aparat bertindak sebagai wasit. Kelompok ini sadar kalau menyerang aparat berarti musuh mereka menjadi dua, yaitu umat kristiani dan aparat itu sendiri.

Kejadian di Tanah Runtuh, Poso, sebenarnya sebagian dari kelompok ini sudah meminta kawan-kawan mereka di Poso untuk meninggalkan Tanah Runtuh untuk memilih menjadi DPO. "Jangan pernah melawan aparat secara 'face to face", itu doktrin mereka waktu itu.

Sebagian dari kelompok ini sadar bahwa 'Qoidah Aminah' (wilayah aman untuk penerapan syariah) susah diterapkan di Indonesia, baik di Poso maupun Ambon dan Aceh, karena masih dalam wilayah Indonesia. Konsekwensinya, mereka pasti berhadapan dengan aparat yang secara de facto kekuatan mereka jauh di atas kelompok ini.

Dalam menyikapi peristiwa bom bunuh diri ini, mohon pihak-pihak di luar polisi untuk menahan komentar untuk tidak membicarakan secara teknis. Misal sebuah organisasi keagamaan Islam terbesar di negara ini menuduh pelakunya adalah orang lama. ”Dari mana mereka tahu?".

Mohon juga pada masyarakat untuk tidak kontraproduktif. Terimalah jasad pelaku dengan baik, karena pelaku yang mati tidak bisa divictimisasi. Karena kalau ada penolakan dari masyarakat, akan menambah kebencian saja.

Kelompok ini tidak 'cohesive' (satu pandangan) dalam melakukan aksi. Mayoritas mereka mengatakan bahwa di Indonesia apabila dilancarkan melawan pemerintah (yang masih muslim) perlu dikaji ulang. Ini berbeda dengan kasus jihad di Moro melawan Philipina (Katolik), di Afghanistan (komunis), di Pattani (Buddha), dan di Kashmir (Hindu). Kalo di Arab Saudi pun, mujahidin hanya menyerang objek-objek Amerika, belum secara frontal menyerang pemerintahan.

Di Irak, karena pemerintahnya masih disuplai oleh Amerika, maka bagi kelompok ini boleh diserang. "Dosa pemerintah Indonesia belum terlalu parahlah. Jangan karena kita gagal menyerang Amerika kemudian menyalahkan polisi sebagai kambing hitam", demikian argumentasi faksi dari kelompok ini.

Diduga, pelaku bom bunuh diri masjid Mapolresta Cirebon, Muhammad Syarif terlibat secara aktif dan cenderung anarkis dalam demonstrasi anti Ahmadiah. Ini menunjukkan bahwa ketika konflik di wilayah Ambon dan Poso berangsur pulih dan kelompok MILF mulai berunding dengan pihak Manila, maka gerakan anti kristenisasi seperti terlihat dalam kasus FAKTA, Forum Anti Kemurtadan, di Palembang yang menjadi radikal dan sekarang munculnya sosok Muhammad Syarif yang diyakini sebagai aktivis gerakan anti Ahmadiah, menunjukkan pola rekruitmen baru.

Dalam pandangan saya, aksi bunuh diri ini bukanlah keputusan organisasi tertentu, namun lebih dari aksi 'sekelompok orang' (bunch of guys) yang mempunyai visi yang sama. Sulit dibayangkan bahwa aksi ini dilakukan secara mandiri, karena diperlukan orang lain yang merakit bom dan memasangkannya.

Sabtu, 23 April 2011

WASPADA AJARAN NII




BAHAYA LATEN

Dalam rangka merespon ancaman terhadap keamanan negara, kepala polisi telah mengkonfirmasi penggunaan tentara pasukan khusus anti-teroris, yang akan membantu polisi dalam perburuan kelompok ekstremis. Ini adalah pertama kalinya bahwa militer telah campur tangan dalam operasi keamanan nasional sejak jatuhnya rejim Suharto militer pada tahun 1998. ( Mahadewa IndonesiA )

TERORIS ISLAM INGIN MERUBAH INDONESIA MENJADI NEGARA ISLAM


Pembentukan negara Islam di Indonesia (Negara Islam Indonesia - NII), mitos kelompok Muslim radikal sejak tahun 1959, sekali lagi tujuan utama teroris Islam, telah ditegaskan oleh Jenderal Bamabang Hendarso Danuri, Kepala Indonesia kepolisian.

Kemarin, di sebuah konferensi pers, dia menekankan bahwa teroris berusaha untuk menciptakan kekacauan di kota-kota untuk melemahkan otoritas, seperti yang ditunjukkan oleh serangan baru-baru ini terhadap polisi, berbagai upaya untuk menyerang, dihentikan oleh polisi dan pencarian lanjutan untuk karyawan baru di kalangan orang muda.

Dalam rangka merespon ancaman terhadap keamanan negara, kepala polisi telah mengkonfirmasi penggunaan tentara pasukan khusus anti-teroris, yang akan membantu polisi dalam perburuan kelompok ekstremis. Ini adalah pertama kalinya bahwa militer telah campur tangan dalam operasi keamanan nasional sejak jatuhnya rejim Suharto militer pada tahun 1998.

Danuri juga terdengar alarm di berbagai distrik negara untuk risiko serangan oleh kelompok radikal, khususnya di Sumatera Utara.

Polisi telah menangkap 15 orang di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir diduga terorisme dan saat ini mereka berburu selama empat ekstremis lainnya dituduh merampok bank di Medan (Sumatera Utara) pada bulan Agustus.

Polisi percaya bahwa kelompok yang aktif di daerah tersebut memiliki hubungan dekat dengan al-Qaeda, Jemaah Islamiyah di Indonesia dan Jamaah Anshorut Tauhid (Jat), sebuah kelompok radikal yang diakui secara hukum, tetapi yang selalu membantah hubungan apapun dengan terorisme Islam.

Sejak tahun 2000, kelompok teror telah menelan lebih dari 298 jiwa dan melukai 838. 19 petugas polisi juga di antara mereka tewas.

GERAKAN BERANTAS NII add facebook


BAHWA SESUNGGUHNYA NEGARA INI ADALAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM INDONESIA, KITA BERBHINEKA TUNGGAL IKA BERBEDA BEDA SUKU BAHASA DAN AGAMA BERTANAH AIR SATU TANAH AIR INDONESIA
WASPADA !!!! WAHAI SEMUA SAHABAT KU DI INDONESIA 
KAMI MENGHIMBAU AGAR :
  1. TIDAK IKUT DALAM ORGANISASI YANG BELUM JELAS MENURUT     SAHABAT.
  2. TIDAK MUDAH DI AJAK OLEH TEMAN UNTUK IKUT KELOMPOK ATAU    GENG YANG MEMBAWA AJARAN ISLAM YANG BELUM JELAS.
  3. BAGI SAHABAT YANG MASIH KULIAH IKUTILAH KULIAH         SEBAGAIMANA MESTINYA DAN BILA PERLU TIDAK IKUT ORGANISASI    AGAMA DI KAMPUS ATAU DI LUAR KAMPUS KECUALI MEMBACA AL    QURAN DAN PERINTAH SUNNAH.
  4.  HARAP DI RESAPI SAHABAT SEMUA DI INDONESIA  
 

ULAT BULU SAMPAI KE BORNEO

Imbau Jangan Berburu Burung dan Semut Rangrang
 
KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT--Bupati Kabupaten Sintang Milton Crosby, menilai ditemukannya ulat bulu dalam jumlah yang besar, merupakan bentuk peringatan bagi dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan monitoring yang lebih ketat. “Kita terus memantau perkembangan ulat bulu tersebut melalui Dinas Pertanian dan Perikanan yang melibatkan Badan Penyuluh Pertanian, sehingga diharapkan perkembangannya secara besar-besaran dapat ditekan,” ungkap Milton.Di sisi lain, Milton mengatakan, ulat bulu merupakan hal yang biasa di Kabupaten Sintang. Namun masyarakat menjadi takut karena meledaknya populasi ulat bulu di pulau Jawa, yang sangat mengganggu warga. “Sebenarnya hal tersebut tidak ada kaitannya. Sebab, kondisi daerah kita berbeda dengan di Jawa. Namun karena pemberitaan yang memang menghebohkan tersebut, masyarakat Sintang juga ikut panik ketika menemukan ulat bulu dalam jumlah besar,” kata Milton.

Selain itu, bupati melanjutkan, penyebab berkembangnya ulat bulu d Sintang disebabkan diburunya binatang predator, yaitu burung dan semut rangrang. Di mana burung tersebut diburu untuk konsumsi atau kesenangan warga. Sedangkan semut rangrang digunakan untuk umpan dan makanan ikan. Sehingga mengganggu siklus rantai makanan, yang menyebabkan berkembangnya ulat bulu secara pesat.“Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada warga untuk menghentikan berburu burung, karena sebagian mereka yang berburu hanya untuk kesenangan semata. Begitu pula semut rangrang untuk umpan ikan, padahal masih ada alternatif lain yang bisa digunakan sebagai umpan, sehingga yang memakan ulat bulu menjadi berkurang. Ini harus menjadi perhatian, demi kepentingan kita bersama,” pungkas Milton.(wah)